Narator
SMP Negeri 6 Pekalongan menyimpan sejarah tentang pendidikan di Kota Pekalongan. Berawal dari sekolah yang didirikan oleh Raden Ajeng Kartini, menguak tabir bahwa SMP Negeri 6 Pekalongan adalah saksi bisu dinamika pendidikan dari masa ke masa. Bagaimanakah perjalanan sejarah dari Kartini School menjadi SMP Negeri 6 Pekalongan dulu hingga kini?
Narasumber (Sejarawan)
Dulu Yayasan Sekolah Kartini mencoba mendirikan sekolah untuk perempuan, meneruskan cita-cita Kartini di buku "Habis Gelap Terbitlah Terang". Di Semarang didirikan tahun 1911. Nah, di Pekalongan baru 5 tahun kemudian (1916). Waktu itu sekolahnya masih menginduk di sekitar Pendopo Kabupaten Pekalongan.
Baru tahun 1926, tokoh nasional Raden Oto Iskandar Dinata yang menjadi guru HIS Pekalongan mendorong sekolah ini mendapat anggaran. Beliau juga mendorong Bupati baru, Raden Ario Suryo, agar sekolah ini tidak hanya menginduk, tapi dibuatkan tempat mandiri. Tahun 1932 disiapkanlah pembangunan, peletakan batu pertama oleh istri Bupati, Raden Ayu Hadining Suryo.
????️ Narator
Bangunan SMP Negeri 6 Pekalongan dulunya adalah Kartini School yang resmi digunakan sebagai tempat belajar tanggal 1 November 1916 dan berpindah ke Jalan Kartini Nomor 30 Pekalongan tahun 1932.
Narasumber (Era Pendudukan & Transisi)
Nama Kartini School berubah menjadi Sekolah Kartini tahun 1942 saat pendudukan Jepang, karena larangan penggunaan bahasa Belanda. Memasuki era revolusi (1950), sekolah ditingkatkan menjadi Sekolah Kepandaian Putri (SKP), lalu tahun 1951 menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP) yang fokus pada keterampilan kerumahtanggaan.
Tahun 1976, bersamaan dengan sekolah kejuruan lain, SKP dirubah menjadi SMP Negeri oleh Menteri Pendidikan Daud Yusuf. Bedanya, kalau SKP mendidik keterampilan keluarga (memasak, menjahit), SMP 6 tujuannya untuk kecerdasan umum dan kemandirian.
Guru/Sesepuh Sekolah
Dulu waktu Ibu mengajar, ruangannya hanya 4-6 kelas di kiri dan 5 di kanan. Perpustakaan masih menyatu dengan TU. Kondisi bangunan lamanya kokoh banget. Kami ingat banget, pagi-pagi anak-anak harus nyapu dan ngepel dulu (sisa aturan SKP), sepatu ditaruh luar, masuk kelas hati-hati jangan sampai kotor.
Ibu Nirna Eva (Alumni Pertama "Pembarep")
Kami angkatan pertama punya grup namanya 'Pembarep'. Waktu itu bahagia banget, kedekatan dengan guru sangat baik, suasana humanistik. Satu kelas laki-lakinya paling cuma 8 orang, perempuannya banyak. Kami ikut semua ekstrakurikuler, Pramuka kemah di luar juara 1, tari, voli, PMR juara terus se-Karesidenan. Teman-teman banyak yang sukses.
Narasumber (Cagar Budaya)
Melalui SK Walikota tahun 2020, SMP Negeri 6 Pekalongan ditetapkan sebagai Sekolah Cagar Budaya. Bangunan aslinya sebanyak 8 kelas (saat ini kelas 9A-9E, 7A-7C) serta perpustakaan. Tingkat keasliannya masih di atas 60%, seperti jendela dan prasasti. Tidak sembarangan untuk merubah bangunan aslinya sekarang.
Narator
SMP Negeri 6 Pekalongan masa kini adalah tradisi refleksi dan inovasi dari pendidikan masa lampau. Prestasi tahun 2023 adalah sebagai Juara Umum Popda 2 tahun berturut-turut, Sekolah Adiwiyata Nasional, Sekolah Karakter Provinsi, dan segudang prestasi lainnya. Jaya selalu SMP Negeri 6 Pekalongan!